Hari ke-17 bulan ini petrichor tercium pekat, setelah 3 hari belakangan ini panas begitu merajalela.
Dikelas, aku memilih duduk disamping jendela bertirai merah, sedikit kubuka tirainya agar bisa kupuaskan hasratku melihat derai hujan yang jatuh menari kebumi.
Tahukah kalian? Aku lebih memilih hujan daripada panas.
Dengan hujan aku bisa bermanja-manja dengan selimut, guling dan kasurku.
Dengan hujan aku bisa mencium aroma petrichor yang khas.
Dengan hujan aku bisa bermain dibawahnya, sangat menyenangkan.
Dan bagian favoritku adalah, dengan hujan aku bisa menghayal sesuka hatiku dengan tingkat khayal bertambah dari biasanya. Kali ini aku memilih berkhayal tentang pernikahanku nanti.
Memakai kebaya putih diberi sedikit sentuhan warna merah dibeberapa bagian, aku digandeng calon suamiku yang memakai setelan jas hitam, kemeja hitam, rompi hitam dan dasi merah memasuki altar. Diberkati oleh seorang pendeta, kami mengucap dan mengikat janji suci dihadapan Tuhan Yesus.
Tiba-tiba saja khayalan ku berhenti, aku teringat “pacar saja aku belum punya” hah pacar?? Nanti sajalah, aku masih belum ingin membahasnya, baru kemarin aku diomel Bany tentang hal ini.
Layaknya hujan, hujan kali ini yang akhirnya tertumpah setelah sekian lama panas. Begitu juga dengan tambatan hati. Dia akan datang, seseorang yang telah Tuhan siapkan, seseorang dengan segala kelebihannya yang akan menyeimbangkan segala kekuranganku, begitu juga sebaliknya.
Iya, dia akan datang..
banyak yang bilang kalo nanti kuliah teman-temannya ngga sedekat teman waktu SMA. but not true!
cobain kuliah dengan asrama didalamnya, kalian akan merasakan susasana hangat kekeluargaan, asinnya kesalahpahaman, bisingnya teriakan, halusnya elusan tangan saat kalian tertunduk lesu. it’s complicated!! :’))
awal sebuah perjalanan tidak seburuk yang kalian pikirkan guys, i really feel a family zone in here. we’re laugh, cry, smile everything in here. thank God, thank you so much :’D